Oleh: Marsigit UNY
*Limbuk*: Cinta itu apa yung?
*Cangik*: Cinta itu plus minus sayang plus minus kuasa.
*Limbuk*: Aneh definisimu?
*Cangik*: Itu bukan definisi. Itu analisis.
*Limbuk*: Lha sayang?
*Cangik*: Sayang itu rasa memiliki plus minus kuasa.
*Limbuk*: Lha kuasa?
*Cangik*: Kuasa itu plus minus mampu menjatuhkan sifat.
*Limbuk*: Lha sifat?
*Cangik*: Sifat itu plus minus kenyataan.
*Limbuk*: Lha memiliki?
*Cangik*: Memiliki itu plus minus memenuhi peperluanmu.
*Limbuk*: Lha kalau begitu?
*Cangik*: Dikatakan kamu memiliki sesuatu jika sesuatu itu dapat plus minus memenuhi keperluanmu.
*Limbuk*: Menjatuhkan sifat?
*Cangik*: Menjatuhkan sifat itu adalah plus minus menemukan kenyataan berdasar pikiran, perasan, penginderaan dan pengalamanmu.
*Cangik*:
Kamu dapat menemukan benda benda dengan penglihatanmu, pendengaranmu dst.
*Cangik*:
Jadi kuasa itu plus minus mampu menemukan dan menentukan kenyataan.
*Limbuk*: Lha kok dikatakan, sayang itu rasa memiliki plus minus kuasa?
*Cangik*: Rasa memiliki plus itu sayang. Rasa memiliki minus itu benci.
*Cangik*:
Jadi sayang itu merentang antara benci dan sayang.
*Cangik*:
Maka benci adalah sayang minus kuasa.
*Cangik*:
Jika kamu ingin memenuhi keperluanmu tetapi tidak kuasa memiliki maka sayangmu dapat berubah jadi bencimu.
*Cangik*:
Maka rasa sayang belum tentu baik jika itu men
gandung unsur kuasa.
*Cangik*:
Sayang plus kuasa bisa berubah menjadi menguasai.
*Cangik*:
Sangat sayang berarti sayang plus sangat kuasa, berarti mengekploitasi.
*Cangik*:
Sangat sayang minus kuasa bisa berubah menjadi sangat benci.
*Limbuk*: Lha cinta?
*Cangik*: Cinta itu plus minus sayang plus minus kuasa.
*Cangik*:
Cinta plus sayang itu cinta. Cinta minus sayang itu benci.
*Cangik*:
Jadi cinta itu merentang antara benci sampai cinta.
*Cangik*:
Cinta plus kuasa itu romantis. Romantis tanpa cinta itu kejam.
*Cangik*:
Cinta minus kuasa bisa berubah menjadi benci. Jadi benci itu cinta minus kuasa.
*Cangik*:
Cinta minus kuasa itu juga romantis. Romantis minus kuasa bisa menjadi benci.
*Cangik*:
Jadi romantis itu merentang antara benci dan cinta.
*Cangik*:
Romantis juga merentang antara benci dan sayang.
*Cangik*: Maka sebenar benar romantis adalah cinta plus minus sayang plus minus kuasa.
*Limbuk*: Lha kalau bertengkar?
*Cangik*: Bertengkar itu romantis berebut cinta, plus minus berebut sayang, plus minus berebut kuasa, ringan.
*Limbuk*: Lha perang?
*Cangik*: Perang itu romantis berebut cinta, plus minus berebut sayang, plus minus berebut kuasa, berat.
*Limbuk*: Lha perdamaian?
*Cangik*: Perdamaian itu romantis, saling memberi cinta, plus minus saling memberi sayang, plus minus saling memberi kuasa, ringan.
*Limbuk*: Cinta berat, dua sejoli?
*Cangik*: Cinta berat dua sejoli itu, itu romantis saling memberi cinta, plus minus saling memberi sayang, plus minus saling memberi kuasa, berat.
*Limbuk*: Lha romantisme?
*Cangik*: Sebenar benar hidup itu merentang antara perang dan damai ; antara bertengkar dan cinta berat. Maka sebenar benar hidup itu romantis. Dunia ini adalah romantisme. Maka ramantisme itu adalah dunia.
*END*