Senin, 20 Desember 2021

SINTETIK HUKUM ADALAH SEBAB AKIBAT

 

            Pada awal perkuliahan Prof. Marsigit selalu di iringi dengan doa, beliau sangat konsisten dengan hal itu. Kemudian kami melanjutkan dengan luruh ego yaitu ada 39 pertanyaan, dan saya hanya betul 4. Dari luruh ego tersebut didaptkan penjelasan dari beliau yang sangat luar biasa. Hal ini saya jelaskan sebagai berikut.

            Ketika kita bertanya maka hal tersebut menjadi permulaan atau dari kita berpikir. Berpikir itu intuisi, ada yang berpikir tapi tidak bertanya tetapi sebenarnya memikirkan apa yang sebenarnya pertanyaan akan ditanya. Berpikir itu sintetik dan akan menjadi antithesis. Hasil memikirkan maka akan menjadi konsep baru yang berawalan. Pikiran itu sendiri ada atas dan ada bawah. Pikiran atas adalah logika (konsisten dan valid) yang di bagi mejadi 2 yaitu analitik adan apriori, analitik itu konsisten dan benar, apriori itu paham dan belum mengetahui. Sedangkan pikiran bawah adalah pengalaman atau empiris.

            sintetik hukum adalah sebab akibat, immanual kant mengatakan logika itu llmu. Dan ilmu adalah logika (rasio) dan pengalaman. Hidup itu memikirkan kenyataan dan menerapkan pikiran. Metode scientific itu adalah menanya. Sementara hipotesis bukan bahasa indonesia dan tesis adalah pendapat sementara. Sadar dan realita itu adalah persepsi, sintetik dan apriori itu adalah ilmu, batas dan nihil itu adalah berakhir, asumsi dan konsep adalah aksioma, pengalaman dan konsen adalah asumsi, asumsi dan sepakat adalah permulaan, pengalaman dan konsep adalah intuisi, pengalaman dan priori adalah aposteriori.

Penampakan suatu objek bukanlah suatu objek. Objek tersebut ada hanya terbatas dari tangkapan panca indra manusia sedangkan benda yang asli berada di dunia noumena atau berada di luar batas dunia fenomenal manusia. Misalnya, buku yang kita lihat sebenarnya bukan buku yang sesungguhnya, melainkan hanya sebuah tanggkapan panca indra menusia dari apriori yang dimiliki. Terdapat benda yang asli dalam objek buku yang menusia lihat dan benda sebenarnya berada di dunia noumena yang tidak dapat dijangkau oleh indra dan pengetahuan manusia.

Peradaban pada zaman modern itu anti tesis dari zaman kegelapan. Zaman kegelapan merupakan zaman dimana gereja berkuasa artinya ketika zaman tersebut mereka menyatukan agama dan pemerintahan seingga mampu mengaturnya. Tidak boleh sembarangan orang untuk menyampaikan kebenaran dan kebenaran itu harus mendapatkan legalitas dari gereja. Suatu hari gereja memiliki teori kebenaran bahwa tatasurya itu peredarannya yang menjadi pusat adalah bumi yang bersifat geosentris. Pada abad 16 masuk kea bad 17 sudah mulai banyak ilmuan yang memiliki kebenaran bahwa pusatnya bukan bumi tapi matahari yang disebut heliosentris dimana ini kemudian disebut jaman modern. Kemudian munculah para tokoh ilmuan yang membuat tulisan tentang heliosentris dan munculah augus de comte yang menulis tentantang positivisme yang akhirnya mampu merubah dunia.

Pada pembelajaran yang dilaksanakan pada matakuliah filsafat, prof marsigit memberikan instruksi kepada mahasiswa bahwa dalam belajar filsafat tidak boleh dicatat dan dihafalkan. Hal ini dikarenakan sebaik-baik filsafat adalah enjelasanya. Untuk itu kita harus memperbanyak baca referensi yang berkaitan dengan filsafat terutama buku immanuel kant. Karena kita mengikuti perkuliahan prof marsigit kita juga harus membaca tulisan yang dihasilkanoleh prof marsigt baik di facebook yang dituangkan dalam bentuk note of the day dan blog yang dibuat oleh beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar