Pada awal perkuliahan Prof. Marsigit selalu di iringi
dengan doa, beliau sangat konsisten dengan hal itu. Kemudian kami melanjutkan
dengan luruh ego yaitu ada 39 pertanyaan, dan saya hanya betul 4. Dari luruh
ego tersebut didaptkan penjelasan dari beliau yang sangat luar biasa. Hal ini
saya jelaskan sebagai berikut.

Ketika
kita bertanya maka hal tersebut menjadi permulaan atau dari kita berpikir.
Berpikir itu intuisi, ada yang berpikir tapi tidak bertanya tetapi sebenarnya
memikirkan apa yang sebenarnya pertanyaan akan ditanya. Berpikir itu sintetik
dan akan menjadi antithesis. Hasil memikirkan maka akan menjadi konsep baru
yang berawalan. Pikiran itu sendiri ada atas dan ada bawah. Pikiran atas adalah
logika (konsisten dan valid) yang di bagi mejadi 2 yaitu analitik adan apriori,
analitik itu konsisten dan benar, apriori itu paham dan belum mengetahui.
Sedangkan pikiran bawah adalah pengalaman atau empiris.
sintetik
hukum adalah sebab akibat, immanual kant mengatakan logika itu llmu. Dan ilmu
adalah logika (rasio) dan pengalaman. Hidup itu memikirkan kenyataan dan
menerapkan pikiran. Metode scientific itu adalah menanya. Sementara hipotesis
bukan bahasa indonesia dan tesis adalah pendapat sementara. Sadar dan realita
itu adalah persepsi, sintetik dan apriori itu adalah ilmu, batas dan nihil itu
adalah berakhir, asumsi dan konsep adalah aksioma, pengalaman dan konsen adalah
asumsi, asumsi dan sepakat adalah permulaan, pengalaman dan konsep adalah
intuisi, pengalaman dan priori adalah aposteriori.
Penampakan suatu objek bukanlah suatu objek. Objek tersebut ada hanya terbatas dari tangkapan panca indra manusia sedangkan benda yang asli berada di dunia noumena atau berada di luar batas dunia fenomenal manusia. Misalnya, buku yang kita lihat sebenarnya bukan buku yang sesungguhnya, melainkan hanya sebuah tanggkapan panca indra menusia dari apriori yang dimiliki. Terdapat benda yang asli dalam objek buku yang menusia lihat dan benda sebenarnya berada di dunia noumena yang tidak dapat dijangkau oleh indra dan pengetahuan manusia.
Peradaban
pada zaman modern itu anti tesis dari zaman kegelapan. Zaman kegelapan
merupakan zaman dimana gereja berkuasa artinya ketika zaman tersebut mereka
menyatukan agama dan pemerintahan seingga mampu mengaturnya. Tidak boleh
sembarangan orang untuk menyampaikan kebenaran dan kebenaran itu harus
mendapatkan legalitas dari gereja. Suatu hari gereja memiliki teori kebenaran
bahwa tatasurya itu peredarannya yang menjadi pusat adalah bumi yang bersifat
geosentris. Pada abad 16 masuk kea bad 17 sudah mulai banyak ilmuan yang
memiliki kebenaran bahwa pusatnya bukan bumi tapi matahari yang disebut
heliosentris dimana ini kemudian disebut jaman modern. Kemudian munculah para
tokoh ilmuan yang membuat tulisan tentang heliosentris dan munculah augus de
comte yang menulis tentantang positivisme yang akhirnya mampu merubah dunia.
Pada
pembelajaran yang dilaksanakan pada matakuliah filsafat, prof marsigit
memberikan instruksi kepada mahasiswa bahwa dalam belajar filsafat tidak boleh
dicatat dan dihafalkan. Hal ini dikarenakan sebaik-baik filsafat adalah
enjelasanya. Untuk itu kita harus memperbanyak baca referensi yang berkaitan
dengan filsafat terutama buku immanuel kant. Karena kita mengikuti perkuliahan
prof marsigit kita juga harus membaca tulisan yang dihasilkanoleh prof marsigt
baik di facebook yang dituangkan dalam bentuk note of the day dan blog yang
dibuat oleh beliau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar