Senin, 06 Desember 2021

HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN PEP

 

Filsafat adalah hidup, dan hidup adalah berpikir. Jadi ketika kita berpikir maka kita telah berfilsafat. Apa hubungan filsafat dengan pep, hubungannya adalah filsafat pep seperti lorong-lorong bangunan, lorong-lorong itu ada lorong besar, lorong kecil, dan ada lorong di sekat-sekat itulah filsafat pendidikan. Filsafat pep itu seperti di lorong-lorong kecil. Unsur dasar filsafat adalah spiritualitas yaitu memperkokoh iman kepada  tuhan yang maha esa karena unsur dasar filsafat adalah spiritualitas, dan filsafat dibawah spiritualitas. Artinya tidak ada yang mampu menyaingi keabsolutan kehidupan sekalipun itu hasil pemikiran manusia. Karena absolut hanya milik allah swt.

Pikiran manusia adalah dunia  dan dunia sifat nya relatif. Filsafat olah pikir, seseorang belum dikatakan berfilsafat jika tidak tahu besar itu kecil, panjang itu pendek, perlu itu tidak perlu. Hidup ini kontradiksi. Artinya manusia harus bijaksana dan mampu mengelola kontradiksi, perpecahan, perbedaan. Kesaktian itu ada 2 yaitu sakti hitam dan sakti putih. Filsafat itu pikir, kerja, rasa. Filsafat sulit di bantah. Ada 3 pilar hakekat, metode. Belajar filsafat berarti membangun olah pikir. Artinya ketika kita berfikir maka kita sudah membangun pkiran – pikiran kita dalam kehidupan. Kedudukan filsafat itu pasti ada yang disebut bagian umum yaitu filsafat umum sebagai sumber utama. Artinya jika dibagian umum memberikan informasi a maka sampai ke muaranya informasi tersebut tetap akan mengandung tentang a. Segala sesuatu itu pasti mengandung tiga komponen yaitu hakekat, metode dan manfaat. Jadi yang ada dan yang mungkin ada adalah manfaat buat manusia. Segala ada yang mungkin ada adalah metode. Itulah struktur pengetahuan yang paling dasar dan paling luas atau tinggi dari pikiran manusia terhadap manusia yang dikehendakinya. Makanya peran kita adalah yaitu dijalankan yaitu hakekat dijalankan dan manfaat dijalankan sesuai dengan orbit atau kemampuan atau disekelilingnya masing-masing. Jadi sebenar benar ilmu adalah ilmu yang dijalankan dan perjalanan yang dipikirkan.

Program luruh ego yang diterapkan di matakuliah fisafat memiliki peranan sangat urgen bagi kita dalam rangka mengkoreksi atau mengevaluasi terhadap kekurangan dan kelemahan yang kita miliki. Menrut saya program ini sangat penting dan urgen bagi kita semua, dalam rangka meluruhkan ego kita. Masih banyak keangkuhan dan kesombongan yang kita lakukan yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Untuk itu melalui luruh ego suatu program yang senantiasa untuk perlu kita ikuti dan pahami secara mendalam sehingga tidak hanya sekedar pertanyaan dari prof. Marsigit dan kita menjawab soal tersebut tetapi mari kita dalami secara mendalam hakekakt dari luruh ego tersebut.

Ketika kita berfikir berarti ada sebuah pertanyaan, artinya ketika kita hidup tidak ada pertanyaan berarti kita tidak berfikir karena hidup dimulai dari bertanya. Tapi bertanya itu adalah permulaan dari kehidupan. Ada juga pikiran itu yang tidak dimulai dengan pertanyaan yaitu pikiran intuitif. Sintetik anatara sintesis dan anti tesis, hasil pemikiranya berupa konsep baru atau pemahaman baru.

Menurut immanuel kant menjelaskan bahwa pikiran manusia itu terbagi menjadi dua yaitu atas (logika) dan bahwa (pengalaman/empiris). Logika ada dua komponen analitik (konsisten dan valid) dan apriori (paham walupun tidak mengalami karena logikanya yang konsisten). Pikiran yang dibawah adalah pengalaman. Komponen pengalaman yaitu sintetik (hukum sebab akibat) dan aposteriori adalah mengerti setelah mengalami dengan menggunakan panca indera). Sebagai contoh anak kecil yang memahai sesutau, ketika anak belum melihat sesuatu yang diamati maka belum emmiliki pemahaman terhadap objek yang diamati. Menurut teori immanuel kant menjelaskan sebenar benar ilmu adalak perkawinan antara logika dan pengalaman.

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar