Filsafat adalah hidup, dan hidup adalah berpikir. Jadi ketika kita berpikir maka kita telah berfilsafat. Apa hubungan filsafat
dengan pep, hubungannya adalah filsafat
pep seperti lorong-lorong bangunan, lorong-lorong itu ada lorong besar, lorong kecil, dan ada lorong di sekat-sekat itulah
filsafat pendidikan. Filsafat
pep itu seperti di lorong-lorong kecil. Unsur dasar filsafat adalah spiritualitas
yaitu memperkokoh iman kepada tuhan yang maha esa karena unsur dasar filsafat adalah spiritualitas, dan filsafat dibawah
spiritualitas. Artinya tidak ada yang mampu menyaingi
keabsolutan kehidupan sekalipun
itu hasil pemikiran
manusia. Karena
absolut hanya milik allah swt.
Pikiran manusia adalah dunia dan dunia sifat nya
relatif. Filsafat olah pikir, seseorang
belum dikatakan berfilsafat
jika tidak tahu besar itu kecil, panjang itu
pendek, perlu itu tidak perlu. Hidup ini kontradiksi. Artinya manusia harus bijaksana dan mampu mengelola
kontradiksi, perpecahan, perbedaan. Kesaktian itu ada 2 yaitu sakti hitam dan sakti putih. Filsafat itu pikir, kerja, rasa. Filsafat
sulit di bantah. Ada 3 pilar hakekat, metode.
Belajar filsafat berarti
membangun olah pikir.
Artinya ketika kita berfikir maka kita sudah membangun pkiran – pikiran kita dalam kehidupan. Kedudukan
filsafat itu pasti ada yang disebut bagian umum yaitu filsafat umum sebagai
sumber utama. Artinya jika dibagian umum memberikan informasi a maka sampai ke
muaranya informasi tersebut tetap akan mengandung tentang a. Segala sesuatu itu
pasti mengandung tiga komponen yaitu hakekat, metode dan manfaat. Jadi yang ada
dan yang mungkin ada adalah manfaat buat manusia. Segala ada yang mungkin ada
adalah metode. Itulah struktur pengetahuan yang paling dasar dan paling luas
atau tinggi dari pikiran manusia terhadap manusia yang dikehendakinya. Makanya
peran kita adalah yaitu dijalankan yaitu hakekat dijalankan dan manfaat
dijalankan sesuai dengan orbit atau kemampuan atau disekelilingnya
masing-masing. Jadi sebenar benar ilmu adalah ilmu yang dijalankan dan
perjalanan yang dipikirkan.
Program
luruh ego yang diterapkan di matakuliah fisafat memiliki peranan sangat urgen
bagi kita dalam rangka mengkoreksi atau mengevaluasi terhadap kekurangan dan
kelemahan yang kita miliki. Menrut saya program ini sangat penting dan urgen
bagi kita semua, dalam rangka meluruhkan ego kita. Masih banyak keangkuhan dan
kesombongan yang kita lakukan yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari.
Untuk itu melalui luruh ego suatu program yang senantiasa untuk perlu kita
ikuti dan pahami secara mendalam sehingga tidak hanya sekedar pertanyaan dari
prof. Marsigit dan kita menjawab soal tersebut tetapi mari kita dalami secara
mendalam hakekakt dari luruh ego tersebut.
Ketika kita berfikir berarti ada sebuah
pertanyaan, artinya ketika kita hidup tidak ada pertanyaan berarti kita tidak
berfikir karena hidup dimulai dari bertanya. Tapi bertanya itu adalah permulaan
dari kehidupan. Ada juga pikiran itu yang tidak dimulai dengan pertanyaan yaitu
pikiran intuitif. Sintetik anatara sintesis dan anti tesis, hasil pemikiranya
berupa konsep baru atau pemahaman baru.
Menurut immanuel kant menjelaskan bahwa pikiran
manusia itu terbagi menjadi dua yaitu atas (logika) dan bahwa
(pengalaman/empiris). Logika ada dua komponen analitik (konsisten dan valid)
dan apriori (paham walupun tidak mengalami karena logikanya yang konsisten).
Pikiran yang dibawah adalah pengalaman. Komponen pengalaman yaitu sintetik
(hukum sebab akibat) dan aposteriori adalah mengerti setelah mengalami dengan
menggunakan panca indera). Sebagai contoh anak kecil yang memahai sesutau,
ketika anak belum melihat sesuatu yang diamati maka belum emmiliki pemahaman
terhadap objek yang diamati. Menurut teori immanuel kant menjelaskan sebenar
benar ilmu adalak perkawinan antara logika dan pengalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar