Senin, 06 Desember 2021

Pentingnya Etika dan Estetika

 

Pada perkuliahan filsafat membahas tentang pentingnya etika dan estetika pada diri seseorang. Hidup pada lingkungan yang majemuk dan penuh dengan karakteristik manusia yang heterogen tentunya kita harus mampu membawa diri serta mampu menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat dimana kita berada. Hal ini dikarenakan etika dan estetika yang terdapat didaerah satu dengan daerah yang lain tentunya tidak sama dan terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita. Maka dari itu perkuliahan filsafat pada kali ini membahas tentang pentingnya etika dan estetika dalam berinteraksi dengan sesama.

Perkuliahan filsafat yang disampaikan oleh prof. Marsigit memberikan pengalaman yang sangat luar biasa sekali terkait dengan pentingnya etika dan estetika dalam berinteraksi dengan sesama. Banyak sekali penjelasan yang beliau sampaikan terkait dengan materi etika dan estetika. Bahkan pada perkuliahan ini beliau juga mencotohkan sikap saling maaf memaafkan antar sesama. Pada contoh yang disampaikan oleh Prof. Marsigit mengandung makna bahwa ketika kita melakukan kesalahan atau berbuat yang sekiranya merugikan orang lain yang diakibatkan karena etika, sikap, perbuatan yang kita lakukan kita harus berani untuk bertanggung jawab dengan melakukan permohonan maaf kepada orang tersebut. Pada konteks contoh yang dijelaskan oleh Prof Marsigit mengandung arti bahwa dalam persoalan etika dan estetika tidak mengenal yang namanya pangkat, gelar, jenis kelamin dan lain sebagainya. Artinya bahwa jika kita sudah berada disuatu lingkungn masyarakat kita harus beretika dan berestetika dengan sopan dan santun kepada orang yang lebih tua sehingga suasana saling hormat menghormati semakin lebih terjaga dengan baik.

Pada era yang semakin modern ini, banyak sekali kejadian atau kasus yang menggambarkan betapa miskinya etika dan estetika yang dimiliki oleh pemuda-pemuda diegara kita. Masuknya budaya barat yang semakin genjar masuk dinegara kita semakin besar pengaruhnya terhadap etika dan estetika pemuda-pemuda penerus bangsa. Tentunya kita harus bisa memfilter budaya-barat yang masuk dinegara kita sehingga tidak terbawa arus dan nantinya akan berdampak pada moral, etika dan estetika yang tidak baik pada diri anak-anak kita. Dalam hal ini faktor keluarga memiliki peranan penting dalam menanam serta menumbuh kembangkan etika dan estetika pada diri seseoarang. Melalui contoh-contoh kecil serta kebiasaan sikap yang positif dimulai dari keluarga secara tidak langsung akan tertanam pada anak kita.

Pada kesempatan perkuliahan kali ini, saya dapat menarik sebuah hikmah betapa pentingnya etika dan estetika pada diri seseoarang. Selain itu, kita juga di berikan sikap saling maaf memaafkan antar sesama ketika kita sedang berinteraksi dan bersosialisasi. Banyak sekali orang yang sebenarnya bersikap dan kemudian dengan sikap itu ada orang yang merasa dirugikan tapi orang tersebut tidak mampu dan tidak mau untuk meminta maaf kepada orang lain. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua dari apa yang sudah dijelaskan dan diuraikan secara jelas dan sangat luar biasa oleh Prof Marsigit bahwa dalam konteks etika dan estetika tidak mengenal yang namanya jabatan, pangakat, gelar dan lain sebagainya. Perihal etika dan estetika dalam agama juga sudah dijelaskan bahwa kita diharuskan untuk saling maaf memaafkan jika kita melakukan kesalahan atau kekeliruan yang kemudian dapat merugikan orang lain. Melalui luruh ego serta note of the day yang disamaikan oleh prof marsigit memberikan pengalaman yang sangat luar biasa betapa masih banyakya kekurangan yang kita miliki selama kita hidup didunia serta ketika kita berinteraksi dengan sesama. Tidak ada satupun yang dapat kita banggakan dihadapan allah swt selain keimanan dan ketaqwaan serta amal kebaikan yang kita  kerjakan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar