Seperti biasanya pada awal perkuliahan prof. Marsigit selalu di iringi dengan doa, beliau sangat konsisten dengan hal itu. Dengan perantara doa segala sesuatu yang kita harapkan dapat diijabah oleh allah swt. Kemudian kami melanjutkan dengan luruh ego yaitu ada 30 pertanyaan, dan saya hanya betul 0. Dari luruh ego tersebut didaptkan penjelasan dari beliau yang sangat luar biasa. Hal ini saya jelaskan sebagai berikut. Melalui luruh ego ini kita mneyadari bahwa masih terdapat kekurangan pada diri kita yang belum kita sadari. Kita harus selalu memperbaiki diri melalui aktivitas-aktivitas yang dapat memberikan dampak positif bagi diri kita.
Langit dimensi lebih tinggi. Tata krama langit yaitu
trancendental/etik. Kesalahan langit adalah antinomi/paralogos. Bentuk bahasanya
adalah analitik, substansi bahasanya adalah sematik. Kenapa konsisten karena
analogi. Noumena, reseptiviti, karena artitektonik, kualitas, kuantitas,
hubungan, modaliti, hukum dari pengalaman adalah role of spasifi, discursi,
kontingensi, kategori, hiptetikal, disfungsi, afirmatif, sensifinisi,
representasi, bayangan, the great of perseption, persepsi, pengetahuan,
reproduksi, pengenalan, spontanitas.
berpikir modern seperti apa, struktur. Filsafat itu
olah pikir/manusia batu. Sebenar-benar manusia adalah manusia batu. Tribal
adalah berpikiran atau berpendapat. Penjajahan karena pikiran kata terjajah.
Sekitar lima, empat atau tiga abad yang lalu zaman modern difilsafat. Sekarang
zamannya post modern. Zaman modern adalah antitesis. Islam adalah abad ke 5.
Ketika bangsa yunani belum ada agamanya, mereka menyembah dewa hermain.
zaman
gelap adalah zaman gereja berkuasa. Dimana gereja-gereja tersebut membuat
ketentuan-ketentuan yaitu tidak boleh sembarang orangmencapai kebenaran, harus
direkomendasikan oleh gereja. Gereja mempunyai teori yaitu tata surya peredaran
yang menjadi pusat biosentris. Ketika abad ke 16 dan 17 ada orang yang kritis
melakukan penelitian dengan menemukan hasil yaitu pusat peredaran bukan pada
bumi tetapi matahari. Akhirnya muncullah revolusi copernican yaitu membuat
buku. Sehingga lahirnya tokoh-tokoh ilmuan yang mampu membuktikan setiap
kejadian alam berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Semua teori bersifat
heleosentris. Geosentris menjadi heleosentris.
Dalam
mempraktikan etika dan estetika dalam
kehidupan kita sehari-hari tidak mengenal yang namanya pangkat, gelar, kasta
dan lain sebagainya. Namun seyogyanya ketika kita berinteraksi dengan orang
yang lebih tua dari pada kita, kita harus menunjukan unggah ungguh yang baik
sehingga orang yang lebih tua dari pada kita merasa dihormati dengan kesopanan
yang kita lakukan. Kebiasaan sopan santun yang identik dengan orang indonesia
harus kita sebarkan, harus kita pertahankan sehingga kita tidak ikut dengan
perkembangan jaman yang semakin membawa generasi muda yang kerah yang negatif.
Etika dan estetika yang saat terjadi yaitu semakin lunturnya nilai-nilai ini
pada diri para pemuda penerus bangsa sehingga perlu tanamkan sejak dini tentang
etika dan estetika kepada anak-anak kita.
Beliau
juga menjelaskan bahwa kita hdup didalam masyarakat yang sangat majemuk.
Apalagi indonesia dari sabang sampai merauke yang memiliki tingkat kemajukan
yang sangat tinggi mulai dari agama, suku, ras, bahasa, jenis makanan, dan lain
sebagainya. Hal ini mengahruskan bagi kita untuk senantiasa menghormati dari
kekhasan yang dimiliki suatu daerah sehingga keharmonisan antar warga, antar
daerah, antar kabupaten, antar provinsi tetap terjaga dengan baik. Pada
kesempatan perkuliahan ini saya dapat menarik sebuah kesimpulan betapa
pentingnya sebuah etika dan estetika yang positif yang harus miliki. Dengan
kita dibekali etika dan estetika yang positif tentunya akan menyebarkan
kebaikan-kebaikan dismanapun kita berada.
Pada
pertemuan perkuliahan ini prof marsigit juga menekankan kepada kita semua bahwa
kita harus senantiasa membawa hal-hal yang positif untuk orang yang berada
disekitar kita, lingkungan kita, melalui sikap-sikap yang kita munculkan ketika
kita berinteraksi kepada siapapun. Sekali lagi beliau menegaskan dan bahkan memberikan
contoh perilaku etika yang sangat luar biasa yanitu dengan melakukan permintaan
maaf kepada orang lain jika kita melakukan kesalahan. Beliau mengnganggap bahwa
pada poin etika estetika tidak mengenal yang naman gelar dan pangkat karena
beliau meyakini bahwa di hadapan allah swt semuanya itu sama dan yang
membedakan adalah iman dan ketaqwaannya kepada allah swt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar