Senin, 06 Desember 2021

LANGIT DIMENSI LEBIH TINGGI

 

Seperti biasanya pada awal perkuliahan prof. Marsigit selalu di iringi dengan doa, beliau sangat konsisten dengan hal itu. Dengan perantara doa segala sesuatu yang kita harapkan dapat diijabah oleh allah swt. Kemudian kami melanjutkan dengan luruh ego yaitu ada 30 pertanyaan, dan saya hanya betul 0. Dari luruh ego tersebut didaptkan penjelasan dari beliau yang sangat luar biasa. Hal ini saya jelaskan sebagai berikut. Melalui luruh ego ini kita mneyadari bahwa masih terdapat kekurangan pada diri kita yang belum kita sadari. Kita harus selalu memperbaiki diri melalui aktivitas-aktivitas yang dapat memberikan dampak positif bagi diri kita.

Langit dimensi lebih tinggi. Tata krama langit yaitu trancendental/etik. Kesalahan langit adalah antinomi/paralogos. Bentuk bahasanya adalah analitik, substansi bahasanya adalah sematik. Kenapa konsisten karena analogi. Noumena, reseptiviti, karena artitektonik, kualitas, kuantitas, hubungan, modaliti, hukum dari pengalaman adalah role of spasifi, discursi, kontingensi, kategori, hiptetikal, disfungsi, afirmatif, sensifinisi, representasi, bayangan, the great of perseption, persepsi, pengetahuan, reproduksi, pengenalan, spontanitas.

               berpikir modern seperti apa, struktur. Filsafat itu olah pikir/manusia batu. Sebenar-benar manusia adalah manusia batu. Tribal adalah berpikiran atau berpendapat. Penjajahan karena pikiran kata terjajah. Sekitar lima, empat atau tiga abad yang lalu zaman modern difilsafat. Sekarang zamannya post modern. Zaman modern adalah antitesis. Islam adalah abad ke 5. Ketika bangsa yunani belum ada agamanya, mereka menyembah dewa hermain.

            zaman gelap adalah zaman gereja berkuasa. Dimana gereja-gereja tersebut membuat ketentuan-ketentuan yaitu tidak boleh sembarang orangmencapai kebenaran, harus direkomendasikan oleh gereja. Gereja mempunyai teori yaitu tata surya peredaran yang menjadi pusat biosentris. Ketika abad ke 16 dan 17 ada orang yang kritis melakukan penelitian dengan menemukan hasil yaitu pusat peredaran bukan pada bumi tetapi matahari. Akhirnya muncullah revolusi copernican yaitu membuat buku. Sehingga lahirnya tokoh-tokoh ilmuan yang mampu membuktikan setiap kejadian alam berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Semua teori bersifat heleosentris. Geosentris menjadi heleosentris.

Dalam mempraktikan  etika dan estetika dalam kehidupan kita sehari-hari tidak mengenal yang namanya pangkat, gelar, kasta dan lain sebagainya. Namun seyogyanya ketika kita berinteraksi dengan orang yang lebih tua dari pada kita, kita harus menunjukan unggah ungguh yang baik sehingga orang yang lebih tua dari pada kita merasa dihormati dengan kesopanan yang kita lakukan. Kebiasaan sopan santun yang identik dengan orang indonesia harus kita sebarkan, harus kita pertahankan sehingga kita tidak ikut dengan perkembangan jaman yang semakin membawa generasi muda yang kerah yang negatif. Etika dan estetika yang saat terjadi yaitu semakin lunturnya nilai-nilai ini pada diri para pemuda penerus bangsa sehingga perlu tanamkan sejak dini tentang etika dan estetika kepada anak-anak kita.

Beliau juga menjelaskan bahwa kita hdup didalam masyarakat yang sangat majemuk. Apalagi indonesia dari sabang sampai merauke yang memiliki tingkat kemajukan yang sangat tinggi mulai dari agama, suku, ras, bahasa, jenis makanan, dan lain sebagainya. Hal ini mengahruskan bagi kita untuk senantiasa menghormati dari kekhasan yang dimiliki suatu daerah sehingga keharmonisan antar warga, antar daerah, antar kabupaten, antar provinsi tetap terjaga dengan baik. Pada kesempatan perkuliahan ini saya dapat menarik sebuah kesimpulan betapa pentingnya sebuah etika dan estetika yang positif yang harus miliki. Dengan kita dibekali etika dan estetika yang positif tentunya akan menyebarkan kebaikan-kebaikan dismanapun kita berada.

Pada pertemuan perkuliahan ini prof marsigit juga menekankan kepada kita semua bahwa kita harus senantiasa membawa hal-hal yang positif untuk orang yang berada disekitar kita, lingkungan kita, melalui sikap-sikap yang kita munculkan ketika kita berinteraksi kepada siapapun. Sekali lagi beliau menegaskan dan bahkan memberikan contoh perilaku etika yang sangat luar biasa yanitu dengan melakukan permintaan maaf kepada orang lain jika kita melakukan kesalahan. Beliau mengnganggap bahwa pada poin etika estetika tidak mengenal yang naman gelar dan pangkat karena beliau meyakini bahwa di hadapan allah swt semuanya itu sama dan yang membedakan adalah iman dan ketaqwaannya kepada allah swt.

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar