Hal pertama yang membuat saya kagum ketika kuliah
bersama prof. Marsigit adalah beliau selalu memulai perkuliahan dengan berdoa.
Kemudian selalu menanyakan siapa yang tidak hadir, hal tersebut menunjukkan
rasa perhatian beliau terhadap keikutsertaan mahahsiswanya. Beliau juga di awal
perkuiahan menjelaskan sistem perkuliahan dengan kontrak kuliah kehadiran, tugas,
serta buku-buku yang dapat di baca
terkait filsafat.
Hari ini kuliah filsafat dengan dimulai luruh ego,
bentuk dari bahasa adalah analitik dan substan dari bahasa sematik. Komponen kualitatif
afirmasi, afirmatif. Pikiran bawaan sejak kecil atau lahir adalah kualitas,
kuantitas, hubungan, modality. Modality disini masih belum bisa ditemukan dalam
kamus besar bahasa indonesia. Note of the day sebuah spontanitas yang dilakukan
oleh prof. Marsigit.
Ada tingkatan berfikir, filsafat lebih baik diulangi
berkali kali ditempat berbeda. Berpikir modern seperti apa, awalnya dari
struktur dunia sekarang ini paling bawah adalah arkaetik yaitu manusia batu.
Olah pikir manusia batu jangan cari di hutan tapi justru di kota besar lebih
banyak. Manusia batu yang dites luruh
ego adalah yang selalu dapat “0” tetapi tetap tidak mau membaca dan mencari
ilmunya, seharusnya meningkat dengan komitmen, konsisten, dan konsekuen
membaca, itu adalah sebenar-benar manusia batu.
Kemudian meningkat diatasnya arkaetik adalah tribal.
Di perkotaan banyak tribal. Yaitu jika kita punya pikiran/pendapat tapi
mengisolasi diri, menjauhkan dan tidak mau bersentuhan, tidak mau berdiskusi
dan tidak mau membuka diri seakan-akan pikiran seperti itu adalah tribal.
Selanjutnya diatasnya adalah tradisional, contoh nya
walupun sudah s3 terancam juga untuk tradisional yaitu ketika membaca landasan
teori, tidak menutup kemungkinan meniru contoh-contoh dari disertasi yang sudah
ada, sayangnya yang ditiru refrensinya sudah lama. Referensi lama teori nya ya
sudah lama semua. Tapi karena pikiran nya mengalir dan memikirkan banyak
perkara jadi tidak sadara kalua tulisannya itu adalah tradisional. Tradisional
itu sudah ganti zaman. Kalau dulu zamannya orde baru sebelumnya masih ada bekas
lurah, bekas camat, bekas kepala desa,
bekas, presiden sekarang sudah di ganti menjadi mantan. Jika kita menulis masih
menggunakan bekas berrati kita termasuk tradisional/konvensional. Kata mantan
aja masih di perhalus dengan rector ke-8, rector ke-9, rector -10. Contoh lagi
adalah prof. Marsigit dengan di sebut direktur senior. Jadi bahasa itu
berkembang, kalau tetap berarti tradisional.
Setelah tradisional kemudian menjadi feudal. Feudal
ini agak punya gaya keluar, gaya eksploitasi dan gaya determinasi keluar.
Karena mempunyai pengetahuan dan pengalaman tapi untuk menguasai orang lain
dengan pamrin untuk mencari keuntungan, ini yang disebut berjiwa feudal.
Karakteristiknya seperti zaman belanda dulu, zaman penjajah walaupun penjajjah
zaman dahulu niatnya bukan untuk menjajah tetapi untuk berdagang. Karena sifat
bangsa indonesia pada saat itu mempunyai sifat terjajah, bayangkan di pantura
orangnya miskin, kemudian kedatangan orang dengan naik kapal dengan kerajaa bangsa
eropa dengan topi lancip membawa sepatu bud.jadi melihat sepeperti itu apapun
jadi diberikan. Penjajahan itu adalah pikiranmu sendiri yang terjajah, karena
pikiran kita terjajah sehingga kita di jajah.
Seperti guru,pagi berangkat ke sekolah berdoa, senang,rapi,
semnagat, tapi ketika sampai kelas malah
marah-marah, karena siswa nya perlu dimarahi.
Mengenai zaman modern,
orang awam dikiranya zaman modern adalah pada saat ini kalau filsafat
bukan atau salah. Kalau filsafat zaman modern itu 3 abad yang lalu, atau bahkan
4 abad yang lalu, atau bahkan 5 abad yang lalu sewaktu peradaban 16 dan 17 .
Kalau sekarang namanya post modern atau zaman kontemporer. Pertanyaann
peradapan.zaman modern itu adalah
antithesis dari zaman kegelapan, zaman kegelapan itu abad ke 12 dan 13. Kalau
islam abad ke-5, kalau yunani 2000 sebelum masehi belum ada agama maka dia
mengenal dewa hemain, maka dikenal lah metode hermenika. Zaman gelap adalah
zaman dimana gereja berkuasa, gereja itu menyatukan agama dan pemerintahan yang
berkuasa sehingga mampu dan bisa mengatur dan membuat ketentuan pada saat itu.
Pada zaman itu tidak boleh sembarang orang menyampaikan kebenaran, karena
kebenaran itu direkomendasikan oleh gereja walaupun yang memberi kebenaran
apakah itu presiden, apakah itu menteri, orang biasa, peneliti pokoknya
kebenaran itu harus direkomendasikan oleh gereja. Suatu ketika gereja itu punya
teori menyampaikan teori sebagai suatu kebenaran. Teorinya ialah bahwa tata
surya itu yang menjadi peredaran pusatnya adalah bumi yaitu bersifat
geosentris. Menurut mereka atau menurut gereja ini bumi sebagai pusat bulan,
bintang, planet mars, termasuk matahari mengelilingi bumi.
Dalam kurun waktu mulai abad ke -16 masuk abad ke 17
sudah mulai ada orang-orang yang bersifat kritis mengadakan penelitian dan
pengamatan. Hasil penelitian sudah ditengarai atau ditemukan pusatnya bukan
bumi tapi pusatnya adalah matahari yaitu heleosentris. Jadi bumi, bulan, dan
semua bintang-bintang, planet dan sebagainya semuanya memiliki matahari.
Puncaknya adalah revolusi kovernicus, karena dia membuat buku yang isinya
tentang tata surya, sebelumnya ada korban galileo galili di tangkap, dibakar
dan di bunuh gara-gara dia mengungkapkan
kebenaran yang bertentangan dengan kebenaran gereja pada saat itu. Tapi covernicus
selamat karena bukunya diterbitkan setelah dia meninggal dunia. Terus setelah
itu menjadi masalah besar bagi pihak gereja dan akhirnya setelah itu muncullah
filsuf-filsuf baru yang menyuarakan kebenaran. Lahirlah immanuel kant, scrates, itulah zaman modern. Nah sampai sekarang
buku-buku ipa, sains, pengetahuan yang beredar sesuai teori sekarang semuanya
bersifat heliosentrik. Bumi itu berkeliling mengelilingi matahari, dan
planet-planet yang lain, mars, venus, saturnus semuanya mengelilingi matahari.
Jika ada orang gereja maka yang dipertanyakan apakah mereka menganut geosentris
atau heliosentris, karena pengetahuan juga banyak orang-orang gereja. Perang
dunia 1 dan 2 pun tidak akan mampu mengubah sejarahnya filsafat, tapi cukup
dengan tulisan august the compte dia menulis buku, dia telah mengubah dunia.
Itulah yang dinakaman kekuatan sebuah tulisan dengan dibanding kekuatan
senjata. Jadi, prof. Marsigit memberikan suatu pandangan tentang hal ini,
tentang metafisik. Dibalik marsigit itu ada mars nama planet, si melihat git
gerbang. Itu berrati kualitas 1 dan 2, terus dari tampilan wajah ya seperti
itu, kalau kita terapkan melihat fenomena kita bangun tidur saja sudah melihat
kalau matahari sudah mengililingi bumi. Kalau malam juga bulan-bulan sudah bergerak
mengelilingi bumi. Misalnya orang itu mengambil kualitas pertama tujuan nya
untuk agama. Tergantung kualitasnya yang kita harapkan, itulah yang dinamakan
metafisik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar