Senin, 06 Desember 2021

ARKAETIK, TRIBAL,TRADISIONAL, FEUDAL DAN MODERN

 

Hal pertama yang membuat saya kagum ketika kuliah bersama prof. Marsigit adalah beliau selalu memulai perkuliahan dengan berdoa. Kemudian selalu menanyakan siapa yang tidak hadir, hal tersebut menunjukkan rasa perhatian beliau terhadap keikutsertaan mahahsiswanya. Beliau juga di awal perkuiahan menjelaskan sistem perkuliahan dengan kontrak kuliah kehadiran, tugas, serta buku-buku yang dapat di baca  terkait filsafat.

Hari ini kuliah filsafat dengan dimulai luruh ego, bentuk dari bahasa adalah analitik dan substan dari bahasa sematik. Komponen kualitatif afirmasi, afirmatif. Pikiran bawaan sejak kecil atau lahir adalah kualitas, kuantitas, hubungan, modality. Modality disini masih belum bisa ditemukan dalam kamus besar bahasa indonesia. Note of the day sebuah spontanitas yang dilakukan oleh prof. Marsigit.

Ada tingkatan berfikir, filsafat lebih baik diulangi berkali kali ditempat berbeda. Berpikir modern seperti apa, awalnya dari struktur dunia sekarang ini paling bawah adalah arkaetik yaitu manusia batu. Olah pikir manusia batu jangan cari di hutan tapi justru di kota besar lebih banyak.  Manusia batu yang dites luruh ego adalah yang selalu dapat “0” tetapi tetap tidak mau membaca dan mencari ilmunya, seharusnya meningkat dengan komitmen, konsisten, dan konsekuen membaca, itu adalah sebenar-benar manusia batu.

Kemudian meningkat diatasnya arkaetik adalah tribal. Di perkotaan banyak tribal. Yaitu jika kita punya pikiran/pendapat tapi mengisolasi diri, menjauhkan dan tidak mau bersentuhan, tidak mau berdiskusi dan tidak mau membuka diri seakan-akan pikiran seperti itu adalah tribal.

Selanjutnya diatasnya adalah tradisional, contoh nya walupun sudah s3 terancam juga untuk tradisional yaitu ketika membaca landasan teori, tidak menutup kemungkinan meniru contoh-contoh dari disertasi yang sudah ada, sayangnya yang ditiru refrensinya sudah lama. Referensi lama teori nya ya sudah lama semua. Tapi karena pikiran nya mengalir dan memikirkan banyak perkara jadi tidak sadara kalua tulisannya itu adalah tradisional. Tradisional itu sudah ganti zaman. Kalau dulu zamannya orde baru sebelumnya masih ada bekas lurah, bekas camat, bekas  kepala desa, bekas, presiden sekarang sudah di ganti menjadi mantan. Jika kita menulis masih menggunakan bekas berrati kita termasuk tradisional/konvensional. Kata mantan aja masih di perhalus dengan rector ke-8, rector ke-9, rector -10. Contoh lagi adalah prof. Marsigit dengan di sebut direktur senior. Jadi bahasa itu berkembang, kalau tetap berarti tradisional.

Setelah tradisional kemudian menjadi feudal. Feudal ini agak punya gaya keluar, gaya eksploitasi dan gaya determinasi keluar. Karena mempunyai pengetahuan dan pengalaman tapi untuk menguasai orang lain dengan pamrin untuk mencari keuntungan, ini yang disebut berjiwa feudal. Karakteristiknya seperti zaman belanda dulu, zaman penjajah walaupun penjajjah zaman dahulu niatnya bukan untuk menjajah tetapi untuk berdagang. Karena sifat bangsa indonesia pada saat itu mempunyai sifat terjajah, bayangkan di pantura orangnya miskin, kemudian kedatangan orang dengan naik kapal dengan kerajaa bangsa eropa dengan topi lancip membawa sepatu bud.jadi melihat sepeperti itu apapun jadi diberikan. Penjajahan itu adalah pikiranmu sendiri yang terjajah, karena pikiran kita terjajah sehingga kita di jajah.  Seperti guru,pagi berangkat ke sekolah berdoa, senang,rapi, semnagat,  tapi ketika sampai kelas malah marah-marah, karena siswa nya perlu dimarahi.

Mengenai zaman modern,  orang awam dikiranya zaman modern adalah pada saat ini kalau filsafat bukan atau salah. Kalau filsafat zaman modern itu 3 abad yang lalu, atau bahkan 4 abad yang lalu, atau bahkan 5 abad yang lalu sewaktu peradaban 16 dan 17 . Kalau sekarang namanya post modern atau zaman kontemporer. Pertanyaann peradapan.zaman  modern itu adalah antithesis dari zaman kegelapan, zaman kegelapan itu abad ke 12 dan 13. Kalau islam abad ke-5, kalau yunani 2000 sebelum masehi belum ada agama maka dia mengenal dewa hemain, maka dikenal lah metode hermenika. Zaman gelap adalah zaman dimana gereja berkuasa, gereja itu menyatukan agama dan pemerintahan yang berkuasa sehingga mampu dan bisa mengatur dan membuat ketentuan pada saat itu. Pada zaman itu tidak boleh sembarang orang menyampaikan kebenaran, karena kebenaran itu direkomendasikan oleh gereja walaupun yang memberi kebenaran apakah itu presiden, apakah itu menteri, orang biasa, peneliti pokoknya kebenaran itu harus direkomendasikan oleh gereja. Suatu ketika gereja itu punya teori menyampaikan teori sebagai suatu kebenaran. Teorinya ialah bahwa tata surya itu yang menjadi peredaran pusatnya adalah bumi yaitu bersifat geosentris. Menurut mereka atau menurut gereja ini bumi sebagai pusat bulan, bintang, planet mars, termasuk matahari mengelilingi bumi.

Dalam kurun waktu mulai abad ke -16 masuk abad ke 17 sudah mulai ada orang-orang yang bersifat kritis mengadakan penelitian dan pengamatan. Hasil penelitian sudah ditengarai atau ditemukan pusatnya bukan bumi tapi pusatnya adalah matahari yaitu heleosentris. Jadi bumi, bulan, dan semua bintang-bintang, planet dan sebagainya semuanya memiliki matahari. Puncaknya adalah revolusi kovernicus, karena dia membuat buku yang isinya tentang tata surya, sebelumnya ada korban galileo galili di tangkap, dibakar dan di bunuh  gara-gara dia mengungkapkan kebenaran yang bertentangan dengan kebenaran gereja pada saat itu. Tapi covernicus selamat karena bukunya diterbitkan setelah dia meninggal dunia. Terus setelah itu menjadi masalah besar bagi pihak gereja dan akhirnya setelah itu muncullah filsuf-filsuf baru yang menyuarakan kebenaran. Lahirlah immanuel kant, scrates,  itulah zaman modern. Nah sampai sekarang buku-buku ipa, sains, pengetahuan yang beredar sesuai teori sekarang semuanya bersifat heliosentrik. Bumi itu berkeliling mengelilingi matahari, dan planet-planet yang lain, mars, venus, saturnus semuanya mengelilingi matahari. Jika ada orang gereja maka yang dipertanyakan apakah mereka menganut geosentris atau heliosentris, karena pengetahuan juga banyak orang-orang gereja. Perang dunia 1 dan 2 pun tidak akan mampu mengubah sejarahnya filsafat, tapi cukup dengan tulisan august the compte dia menulis buku, dia telah mengubah dunia. Itulah yang dinakaman kekuatan sebuah tulisan dengan dibanding kekuatan senjata. Jadi, prof. Marsigit memberikan suatu pandangan tentang hal ini, tentang metafisik. Dibalik marsigit itu ada mars nama planet, si melihat git gerbang. Itu berrati kualitas 1 dan 2, terus dari tampilan wajah ya seperti itu, kalau kita terapkan melihat fenomena kita bangun tidur saja sudah melihat kalau matahari sudah mengililingi bumi. Kalau malam juga bulan-bulan sudah bergerak mengelilingi bumi. Misalnya orang itu mengambil kualitas pertama tujuan nya untuk agama. Tergantung kualitasnya yang kita harapkan, itulah yang dinamakan metafisik.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar